Login

Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.

Wahana Berpartisipasi dalam 2nd International Conference on Special Education di Malaysia

NewsYayasan Wahana Inklusif Indonesia diwakili oleh salah seorang staff pendidik, Pradina Paramitha, S. Psi telah mengikuti International Conference on Special Education (ICSE) yang telah dilaksanakan pada tanggal 31 Juli-2 Agustus 2017 di Kuching, Serawak, Malaysia. Konferensi ini diselenggarakan oleh SEAMEO SEN bekerjasama dengan kementarian pendidikan Malaysia. ICSE 2017 adalah konferensi yang untuk kedua kalinya dilaksanakan setelah konferensi yang diadakan di Thailand. Tujuan utama diadakannya konferensi ini adalah untuk mengembangkan kompetensi khusus bagi para pendidik anak-anak berkebutuhan khusus sebagai agenda pendidikan global. Konferensi ini juga bertujuan untuk memberikan peluang dalam memahami dan mengembangkan metode-metode, serta memahami prinsip-prinsip filosofi yang menjadi karakter khusus profesionalisme pendidikan khusus. Hasil utama yang ingin dicapai adalah meningkatnya kapasitas dari partisipan dan mereka yang terlibat dalam pendidikan khusus untuk memberikan pendidikan yang optimal bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari segala aspek, kebijakan, administrasi, pelatihan guru, dukungan finansial, implementasi dan dukungan komunitas yang berasal dari pemerintahan maupun non-pemerintahan.
Bertempat di Borneo Confention Center, Kuching, Malaysia. ICSE berhasil dihadiri oleh 690 partisipan dari 35 negara di dunia. Tingginya antusiasme para partisipan terlihat selama berjalannya konferensi baik pada sesi utama, keynote speech, maupun sesi kelas kecil. Pembicara yang kompeten di bidangnya masing-masing juga turut mendukung jalannya sesi pada konferensi ini.
Ditha, demikian panggilan akrab staff Wahana ini mendapatkan kesempatan melakukan presentasi pada kelas kecil di hari pertama konferensi. Ditha membawakan presentasi dengan judul “Promoting Inclusive Education Implementation in Indonesia Through Civil Power”. Di kesempatan ini, Ditha memaparkan mengenai efektifitas program-program Yayasan Wahana Inklusif Indonesia sebagai Lembaga masyarakat sipil dalam membantu implementasi pendidikan inklusif di beberapa sekolah di Kota Depok. Presentasi ini merupakan hasil penelitian kecil yang telah dilaksanakan oleh Ditha dalam beberapa bulan sebelumnya, dan berhasil diterima oleh panitia konferensi. Dalam pemaparannya, Ditha mencoba memetakan Efektifitas program Advokasi terhadap penyelenggaraan Pendidikan inkklusif yang telah dilaksanakan oleh Wahana, yang kemudian dievaluasi berdasarkan indikator-indikator yang terdapat dalam dimensi pengembangan pendidikan inklusif di sekolah. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar upaya yang dilakukan Wahana telah turut membentuk budaya inklusifitas di sekolah, namun hasilnya masih harus terus ditingkatkan di masa yang akan datang. Pada sesi kelas kecil ini Ditha juga menjawab pertanyaan mengenai peranan masyarakat sipil untuk memepertahankan agenda pendidikan inklusif di pemerintahan. Selain diisi oleh presentasi dari Wahana, sesi di ruangan lima juga diisi oleh pembicara dari Filipina yang membahas mengenai model kreatif dalam implementasi pendidikan inklusif serta Best Practices dalam pendidikan inklusif yang telah dilakukan oleh salah satu organisasi di Filipina. Sesi kelas kecil kemudian dilanjutkan dengan pembukaan konferensi oleh menteri pendidikan Malaysia dan konferensi hari pertama sukses ditutup dengan makan malam.

Comments

No Comments have been Posted.

Post Comment

Please Login to Post a Comment.

Ratings

Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
Render time: 0.04 seconds
79,923 unique visits