Login

Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.

Penganugerahan Rekor MURI Tandai Deklarasi DKI Jakarta sebagai Propinsi Pendidikan Inklusif

NewsGubernur DKI Jakarta yang diwakili oleh Budi Utomo, SH, MH, Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda DKI, didampingi oleh Dr. Mujito A. K. M. Si selaku Direktur PPK-LK Dikdas Kemendikbud dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Dr. Taufik Yudi M. M. Pd memukul gendang, tanda secara simbolis dideklarasikannya DKI Jakarta sebagai Propinsi Penyelenggara Pendidikan Inklusif, bertempat di kawasan Ancol Beach City Mall Sabtu (23/11). Acara pendeklarasian ini juga sekaligus menandai dimulainya kegiatan Gebyar Kreatifitas ABK di DKI Jakarta.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengungkapkan bahwa pemerintah DKI sangat mendorong terlaksananya Pendidikan Inklusif dan pembukaan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi ABK. Hal ini ditandai dengan telah terbitnya Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 161 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Beliau juga menyoroti berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh DKI, dan salah satu prestasi tersebut diantaranya adalah penganugerahan Inclusive Education Award dari Kemendikbud untuk Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. “Keberhasilan penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di DKI juga ditunjang oleh peran serta banyak fihak seperti Helen Keller International dan Mitra Netra.” ungkapnya

Dr. Mujito dalam sambutan pendeklarasian ini menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kemajuan penyelenggaraan pendidikan inklusif di DKI Jakarta, yang diharapkan bisa menjadi contoh bagi propinsi-propinsi lainnya. Menanggapi masih terdapatnya keraguan para guru tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif, Dr. Mujito mengatakan, “saya menghimbau kepada para guru untuk tidak ragu lagi menerima ABK untuk belajar karena keberadaan mereka tidak akan menjadi penyebab menurunnya prestasi sekolah, karena sesungguhnya ada ABK yang tidak harus ikut Ujian Nasional dan dapat saja mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh sekolah, sudah ada undang-undang yang mengaturnya. ”

Acara yang berlangsung meriah ini diikkuti oleh sekitar 4000 siswa siswi dari Sekolah Luar Biasa dan sekolah penyelenggara pendidikan inklusif di DKI Jakarta, dan ditandai dengan berbagai atraksi kesenian dari siswa siswi tersebut. Acara ini juga ditandai dengan penganugerahan Rekor MURI oleh Jaya Suprana dari Museum Rekor Indonesia bagi Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk keberhasilannya menfasilitasi 4000 siswa-siswi berkebutuhan khusus dalam merakit robot secara bersama-sama. Bagian lain dari keunikan acara pendeklarasian ini adalah bahwa seluruh peserta dan undangan mengikuti kegiatan dengan duduk lesehan di atas karpet yang disediakan panitia serta diwajibkannya para peserta dan undangan untuk datang dengan berpakaian adat Betawi, seingga menambah kesan kuatnya peran budaya dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di DKI Jakarta.

Direktur Eksekutif YWII Terima Anugerah Inclusive Education Award 2013

NewsDirektur Eksekutif Yayasan Wahana Inklusif Indonesia (YWII), Tolhas Damanik, M. Ed menerima penganugerahan Inclusive Education Award 2013 untuk katagori perseorangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam acara Penganugerahan Inclusive Education Award 2013 dan Pembukaan Gebyar Multitalenta PK-PLK Dikdas yang berlangsung di GOR Lilabuana, Denpasar, Bali, Senin (18/11). Tolhas merupakan salah satu dari 13 penerima Inclusive Education Award tahun 2013, hasil seleksi dari tim penjurian yang telah ditunjuk oleh Direktorat PPK-LK Dikdas Kemendikbud.

Penyerahan plakat penganugerahan Inclusive Education Award 2013 kepada para pemenang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikkbud Hamid Muhammad, Ph. D, dan didampingi oleh Dr. Mujito A. K. M. Si selaku Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPK-LK) Dikdas Kemendikbud. Dalam laporannya Dr. Mujito menyatakan bahwa setiap tahunnya Kemendikbud memberikan anugerah Inclusive Education Award kepada para tokoh dan berbagai fihak yang dipandang layak, karena telah menyumbangkan partisipasi mereka dalam mensukkseskan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia. Pemberian penghargaan ini diberikan untuk beberapa katagori seperti katagori Guru, Perseorangan dan LSM, Pimpinan Daerah, serta Perguruan Tinggi. Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar, Hamid Muhammad dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah sangat mendorong penyelenggaraan pendidikan inklusif dalam rangka memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus atau anak dengan disabilitas untuk memperoleh hak mereka di bidang pendidikan.

Bersama dengan Tolhas, terdapat beberapa pimpinan daerah yang mendapat anugerah Inclusive Education Award untuk tahun 2013, diantaranya adalah Gubernur Propinsi Aceh, Gubernur Propinsi Kalimantan Selatan, Bupati Kab. Kuningan, Bupati Kab Pacitan, dan Walikota Kodya Sukabumi. Sementara untuk katagori Perguruan Tinggi, penganugerahan diberikan kepada Rektor Universitas Brawijaya Malang dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Tolhas Damanik adalah seorang tunanetra yang menyelesaikan pendidikan S2 dari Ohio University Amerika Serikat. Kiprahnya di bidang Pendidikan Inklusif telah dimulai sejak ia bergabung dengan Yayasan Mitra Netra Jakarta. Pada tahun 2010, Tolhas bergabung dengan program Opportunities for Vurnerable Children, sebuah program pendukung penyelenggaraan Pendidikan Inklusif dari Helen Keller International-Indonesia dan didukung oleh USAID. Selanjutnya pada tahun 2012 dan 2013, Tolhas ditunjuk oleh Direktorat PPK-LK Dikdas Kemendikbud untuk mendampingi pemerintah Propinsi Aceh dan Kabupaten Pidie dalam pembudayaan Pendidikan Inklusif di daerah tersebut. Pada tahun 2013, Tolhas menginisiasi dan memimpin sebuah lembaga bernama Yayasan Wahana Inklusif Indonesia, sebuah lembaga yang memberikan dukungan berbentuk pendampingan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.
Render time: 0.02 seconds
83,179 unique visits